Friday, June 16, 2017

Jangan Anggap Sepele Telinga Berdenging (Tinnitus)

Jangan Anggap Sepele Telinga Berdenging (Tinnitus) | Sebelumnnya kami mengucapkan selamat datang di halaman blog kami. Pada kesempatan lalu, kami telah menerbitkan artikel mengenai Gendang Telinga Pecah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai Tinnitus.



Tinnitus ini merupakan salah satu penyakit dari gangguan telinga dengan bunyi berdenging pada telinga yang disebabkan oleh suatu kondisi, seperti cedera pada telinga. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Tinnitus adalah telinga yang berdering, berdesir atau jenis suara yang tampaknya berasal di telinga atau kepala. Hal ini bukanlah kondisi yang yang serius, melainkan hanya gangguan yang akan menghilang dengan sendirinya. Namun, meski demikian Tinnitus membutuhkan tindakan terapi jika suara-suara tersebut dapat menggaggu aktivitas anda.

Tinnitus ini dapat dialami oleh semua orang dan dalam segala usia. Namun, gejala Tinnitus umumnya banyak dialami oleh orang yang berusia 65 tahun. Dan lebih sering mempengaruhi pria dibanding wanita.
 
Jenis-jenis Tinitus
  • Tinnitus subjektif, pada kondisi ini suara berdenging hanya dapat di dengar oleh penderita saja.
  • Tinnitus objektif, kondisi ini suara yang berdenging dapat juga didengar oleh dokter ketika dokter memeriksanya.
Penyebab Tinnitus
  • Kerusakan telinga bagian dalam.
  • Kebisingan paparan yang dapat merusak atau menghancurkan sel-sel rambut di dalam telinga.
  • Penyakit kardiovaskular.
  • Trauma pada kepala dan leher.
  • Beberapa jenis tumor.
  • Mendengar bunyi yang terlalu keras.
  • Adanya penumpukan kotoran pada telinga.
  • Penumpukan cairan dalam telinga bagian tengah.
  • Adanya pertumbuhan tulang telinga yang abnormal.
  • Pengaruh obat seperti ototoxicity.
  • Tinnitus yang berdenyut.
  • Menderita Meniere.
  • Gendang telinga yang pecah.
Gejala Tinnitus
  • Telinga berdering, berdesir, berdengung bahkan bersiul dalam waktu lama.
  • Sulit tidur karena bunyi tersebut.
  • Mengalami depresi.
  • Flu yang tidak sembuh dalam 7 hari.
  • Pusing kepala.
  • Mengalami gangguan pendengaran.
Diagnosis Tinitus

Dalam pemeriksaan Tinitus tentunya anda harus pergi ke dokter THT. Pemeriksaan lebih lanjut biasanya akan dilakukan dengan cara pengevaluasian pendengaran, Uji gerakan, pemeriksaan darah, CT scan dam MRI.

Pengobatan Tinitus
  • Pemberian obat tetes telinga, jika Tinitus disebabkan oleh kotorang telinga.
  • Tinitus yang terjadi karena obat, maka obatnya akan diganti dengan obat-obatan yang lebih aman.
  • Dengan alat pembantu pendengaran.
  • Operasi atau pembedahan.
  • Terapi suara.
  • Tinitus retraining therapy (TRT).
  • Terapi perilaku kognitif (CBT).
Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat. Dan kami beritahukan bahwa Informasi yang kami sampaikan bukanlah pengganti nasihat medis. Ini hanyalah sekedar informasi untuk anda dalam hal Gangguan Telinga yaitu Gendang Telinga yang Pecah. Terima kasih atas kunjungan anda dan sampai jumpa.

No comments:

Post a Comment